Selasa, 15 Januari 2013

Bumi Lakipadada

Untuk pertama kalinya mengijakkan kaki di bumi lakipadada setelah lama mengidam - idamkan kota ini lewat  cerita seorang teman yang kadang membuat hati iri dengan segudang cerita yang di pikul pulang mulai dari keindahan panorama alammnya hingga cerita mistik, sampai akhirnya kakiku kulangkahkan ke daerah primadona wisata Sulawesi Selatan yang juga dijuluki surganya wisata alam budaya. Ternyata bukan cerita dongeng belaka kalau Tana Toraja memang benar indah dengan panorama alamnya seindah senyum para gadis gadis pribumi Tana toraja.Dalam hati berbisik "inilah kota yang akan membuatku jatuh cinta" hingga akhirnya saya memutuskan untuk menetap selama seminggu di rumah seorang teman di Rantepao Toraja Utara. Mengunjunggi objek wisata di bumi lakipadada menjadi agenda utama dalam perjalananku kali,
 Mulai dari Londa daerah bukit batu yang di jadikan kuburan desa oleh masyarakat setempat yang didalamnya banyak diletakkan peti mati bahkan ada yang digantung di tebing, selanjutnya Ke'te kesu yang juga dijadikan pusat kegiatan atau pesta adat di tempat ini juga berdiri deretan rumah adat yang di sebut tongkonan tua, konon katanya tongkonan yang ada di sini sudah berusia kurang lebih 400 tahun. Ke'te kesu adalah potret kehidupan komunal tradisional masyarakat toraja karena merupakan area dimana beberapa tongkonan berdiri berjajar, dilengkapi dengan lumbung padi, area upacara pemakaman dan tempat pertemuan adat. Tongkonan-tongkonan itu lengkap dengan ornamen seperti ukiran khas Toraja dan tanduk kerbau yang disusun dimuka. Dan yang tak terlewat olehku adalah Batu tumonga tempat ini terletak di daerah sesean dengan ketinggian 1300 Mdpl, menawarkan pemandangan alam yang begitu memanjakan indera penglihatan dan membuat hati terpesona. Tak jauh dari tempat ini setelah menyusuri jalan yang cukup mendaki di ujung jalan yang cukup sunyi dan jauh dari pemukiman penduduk terdapat sebuah kuburan batu yang sedang di sedang kerja oleh beberapa penduduk setempat untuk mempersiapkan lubang  bagi orang yang telah meninggal dunia dan akan di kuburkan di tempat tersebut, karena rasa ingin tahu lebih jauh dari tempat ini aku sedikit mencuri waktu di sela-sela pekerjaan mereka, dengan menawarkan sebatang rokok untuk memulai obrolan akhirnya seorang bapak menerimanya sambil bercerita banyak tempat tersebut mulai dari penggalian lubang sampai penguburan mayat dan banyak lagi yang dia ceritakan oleh bapak yang lupa aku tanya siapa namanya.
Sungguh daerah yang unik pantas saja orang - orang  menyebutnya surganya wisata alam dan budaya, layaknya lirik lagu "Ada cinta di Toraja"

Saat ku kekotamu
Hatiku terpesona
Indah panorama alammu
Seindah manis senyummu
Oh ... kau hadir disisiku
Menuntun langkahku
Kau lembut ramah penuh kasih

Kau belaiku di Batu Tumonga
Ada cinta diantara kita
Wo wo ... ingin lagi ke kotamu
Menikmati belaian tanganmu
di Tana Toraja indah ...

Kau hadir disisiku
Menuntun langkahku
Kau lembut ramah penuh kasih
Kau belaiku di Batu Tumonga
Ada cinta diantara kita
Wo wo ... ingin lagi ke kotamu
Menikmati belaian tanganmu
di Tana Toraja indah ...

Ada cinta diantara kita
Wo wo ... ingin lagi ke kotamu
Menikmati belaian tanganmu
di Tana Toraja indah ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar