Kalau menyebut nama Kabupaten Soppeng, maka yang terbayang di pelupuk mata adalah sejumlah kelelawar yang bergelantungan di atas pohon di sejumlah wilayah kota Soppeng, khususnya di Watansoppeng.
Nah.. , begitu memasuki wilayah Kota Soppeng maka akan diperhadapkan pada menyengat khas kelelawar. Ditambah.dengan pemandangan kelelawar - kelelawar yang tengah tertidur sambil bergelantungan di dahan - dahan pohon, seakan tidak terusik dengan ramainya manusia manusia yang di sibukkan oleh aktivitas keseharian.
Begitu rembang petang menuju malam, kelelawar - kelelawar ini mulai terbangun dari tidurnya dan siap mengepakkan sayap terbang mencari makan ke berbagai penjuru. Kelelawar - kelelawar ini bergerak meninggalkan sarangnya, ibarat serdadu yang akan berangkat ke medan perang, terdengar suara gemuruh menutupi langit kota ini. Menjelang pagi, sebelum sinar matahari tersibak, kelelawar - kelelawar ini kembali ke pohon - pohon yang telah dijadikan sarang. Begitulah kelelawar - kelelawar ini melakukan aktivitasnya setiap malam.
Kota Soppeng terletak 174 kilometer dari Kota Makassar. Kota ini terletak di kawasan ketinggian. Makanya jalan - jalan tidak datar, melainkan ada pendakian dan penurunan. Bahkan sejumlah kantor instansi pemerintah atau pun rumah warga berada di puncak-puncak bukit. Pemandangan khas Kota Soppeng ini semakin menarik dengan kehadiran kelelawar - kelelawar yang bergelantungan di hampir setiap pohon yang tumbuh di Kota Soppeng sebagai sarang mereka.
Kelelawar telah menjadi pemandangan yang lazim bagi masyarakat Kota Soppeng. Bagi masyarakat setempat kehadiran binatang malam ini sudah dianggap biasa, tidak ada yang istimewa. Kehadiran kelelawar di Kota ini sulit diprediksi sejak kapan, karena setiap warga kota ini ditanya tentang sejak kapan kehadiran kelelawar tersebut, rata - rata menjawab, tidak tahu. Bahkan mereka mengatakan sejak kecil kelelawar - kelelawar itu sudah ada.
Kisah kehadiran kelelawar ini di Kota Soppeng menjadi ragam cerita. Dari yang bersifat magis sampai yang berbau tahayul. Namun semuanya menambah khazanah keunikan kehadiran kota kelelawar tersebut. Bagi masyarakat kota soppeng, kehadiran kelelawar tersebut sebagai penjaga kota. Konon, leluhur kelelawar ini pernah membuat perjanjian kepada raja soppeng untuk menjaga kota ini dengan syarat para penghuni kota dilarang mengusiknya, Sebab kapan mereka digannggu , akan meninggalkan kota ini.
Pernah kelelawar - kelelawar ini terusik. Salah satu pohon asam besar (tempat kelelawar bergelantungan) yang terletak di kota soppeng ditebang karena sudah terlalu besar dan dinilai dapat membahayakan arus kendaraan yang melintas di bawahnya. Akibatnya kelelawar - kelelawar itu bersatu pergi dalam waktu yang cukup lama. Kelelawar - kelelawar itu baru kembali setelah para pembesar kerajaan meminta kepada sejumlah supranatural membuat acara ritual memanggil kembali kelelawar - kelelawar itu dan berjanji tidak akan mengusiknya lagi. Usai upacara ritual, tidak beberapa lama kemudian, kelelawar - kelelawar itu kembali menghuni pohon - pohon di kota soppeng.
Selain mereka menjaga juga akan memberi pesan - pesan tersirat tentang kemungkinan terjadi hal - hal yang akan terjadi dalam waktu beberapa hari, minggu, atau bulan di wilayah kerajaan.
Sebuah cerita, pernah kelelawar - kelelawar ini pergi meninggalkan kota soppeng dalam waktu yang cukup lama. Para penghuni kota menjadi heran, ada apa gerangan. Tidak lama kemudian terjadi bencana kebakaran yang besar menimpa kota soppeng. Cerita lain, dan terjadi dahulu kala, kelelawar - kelelawar yang berjumlah ribuan ini meninggalkan kota soppeng, ternyata ada serbuan musuh yang menyerbuh kerajaan soppeng.
Bahkan bagi mereka yang belum punya jodoh, kotoran kelelawar dipercaya bisa menjadi tanda bakal seseorang mendapat jodoh. Misalnya seorang gadis yang tengah berjalan kemudian kejatuhan kotoran kelelawar, tidak lama kemudian jodoh pun akan datang. Kepercayaan ini banyak dianut masyarakat, lantaran sudah banyak kejadian yang membuktikanya. Soal jodoh adalah ketentuan Allah SWT, tapi kejatuhan kotoran kelelawar adalah tanda datangnya jodoh itu. Memang kehadiran kelelawar yang banyak memberikan isyarat atau simbol kadang menjadi pembicaraan khusus lantaran ketepatan ramalannya. Tentu, hal ini tergantung pada keyakinan : Boleh percaya boleh tidak.